Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Kursi, Kongres, dan Luka PMKRI

Gambar
          Kursi, Kongres, dan Luka PMKRI Kongres itu seharusnya ruang musyawarah. Tempat adu gagasan, bukan adu kursi.  Tapi yang terjadi di Ruteng kemarin justru kebalikannya. Kongres PMKRI yang seharusnya jadi pesta demokrasi dan regenerasi organisasi mahasiswa Katolik terbesar di Indonesia, berakhir dengan berita yang memalukan, Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat dihantam kursi hingga kepalanya robek. Kasus sudah sampai ke Polres Manggarai. Saya tidak sedang membela satu kubu. Saya sedang membela marwah PMKRI. PMKRI dari dulu diajarkan 3 benang merah: Studium, Apostolat, dan Fraternitas. Belajar, mengabdi, dan persaudaraan. Di mana letak fraternitas ketika sesama kader, sesama "kawan seperjuangan", memilih menyelesaikan perbedaan pendapat dengan kekerasan? Di mana letak apostolat ketika forum tertinggi organisasi berubah jadi arena tawuran? Ruteng, Manggarai adalah tanah yang dikenal dengan falsafah mbaru gendang dan gong Rumah musyawarah. Tempat oran...