Hingga H+6 Gempa, Warga Golo Pari Masih Menunggu: Kehadiran Negara di Mana?


Hingga H+6 Gempa, Warga Golo Pari Masih Menunggu: Kehadiran Negara di Mana?

Enam hari telah berlalu sejak gempa 7.7 SR mengguncang Manggarai Timur pada 15 Agustus 2026. Di Desa Golo Pari, salah satu wilayah terdampak, luka belum juga sembuh. Yang lebih menyakitkan: warga merasa ditinggal.


Hingga berita ini ditulis, bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur belum juga menyentuh Golo Pari. Logistik, tenda, dapur umum, hingga tenaga medis masih menjadi barang langka di desa ini.


Ironisnya, Kecamatan Congkar yang secara administratif sangat dekat dengan Golo Pari juga belum menunjukkan kehadiran yang berarti. 

Pak Camat lewat saja. Kantor kecamatan dekat, tapi tidak ada sumbangan, tidak ada arahan, tidak ada tim yang turun," ujar salah satu warga Golo Pari yang tidak disebut namanya, Rabu,20/8


Pernyataan ini bukan untuk menghakimi. Ini adalah jeritan. Ketika bencana datang, warga tidak butuh pidato. Warga butuh beras, air, selimut, dan kepastian bahwa negara hadir.


Gempa telah merobohkan rumah. Jangan biarkan lambannya respon pemerintah merobohkan kepercayaan rakyat.


Tiga Catatan Kritis untuk Pemda Manggarai Timur

1.Kecepatan dan Data Di mana data pendataan korban? Di mana posko induk dan distribusi logistik? Bencana tidak bisa menunggu birokrasi.

2.Peran Kecamatan Camat adalah perpanjangan tangan Bupati di wilayah. Jika kecamatan tidak bergerak cepat, maka rantai bantuan dari atas akan putus di tengah.

3.Transparansi Warga berhak tahu: bantuan sudah dikirim kemana saja? Anggarannya berapa? Jangan sampai bantuan hanya mampir di desa yang "dekat dengan jalan besar.


Bapak Bupati, Bapak Camat Congkar. 

Golo Pari tidak minta banyak. Golo Pari hanya minta dilihat. Minta didatangi. Minta dipastikan bahwa mereka tidak sendirian.


Fiandrianus Andro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekurangan

Jalan Rusak Golo Waso–Kembang Lala, Potret Nyata Infrastruktur Manggarai Timur yang Ditelantarkan